Friday, May 18, 2012

poetry for you

mungkin ini bukanlah sebuah puisi..
mungkin hanya barisan kata-kata yang aku susun tidak rapi...
hanya saja merasa hati ini tergetar ketika mengingat akan keberadaanmu
yang mungkin sudah tidak ada lagi...
buku perahu kertas yang sedang aku baca sangat mengingatkanmu...
pantai, ombak, deburannya, angin, dan senja...
semuanya kembali ke memori waktu itu...
waktu dimana terakhir kita bertemu......
pantai menjadi saksi bahwa hati kita saling melepaskan...
pasir pantai yang menekan persendian kita pun ikut menekan hati dan cinta kita untuk keluar...
pantai yang magis untuk kita...
untuk kita jadikan lembaran kata dan cerita yang entah tidak akan pernah kita bagi ke siapa pun...
saat itu, hanya sebentar saja kebebasan untuk kita...
dan aku tidak pernah menyesal akan kesempatan itu...
kesempatan yang sungguh terlarang...
kesempatan yang penuh dosa dan pengkhianatan...
dan sayangnya kita sungguh menikmatinya...

kisah jenaka ada pula disana,
kau memang teramat jauh sayang...
kau teramat absurd untuk ku genggam...
hati kita memang sama...
hati kita memilih untuk mencintai...
salah, hatiku untuk mencintaimu dan tetap mencintaimu...
tetap egois untuk mencintaimu...
tetapi keputusanmu adalah sesuatu yang hakiki...
keputusanmu seperti ketok palu hakim yang tak mampu ditawar...
kau telah memberikanku dakwaan bersalah dan akan terpenjara seumur hidup...
bukan hukuman mati atau pun hukuman gantung diri...
tp aku terpenjara seumur hidup...
terpenjara akan kenangan dan cinta yang mengkrangkengku bagai hewan peliharaan tak punya pilihan...
hanya bisa tunduk dan mengiyakan, tanpa bisa keluar dan menuntut...

dan sekarang hanya ada aku dan bayang-bayang yang tak pernah bisa lepas...
banyanganmu yang tidak mampu kuhapuskan...
ingin mencari dan membeli sebanyak-banyaknya jika ada penghapus yang mampu menghapus semuanya...
menghapus memori tentang aku, kamu, dan kenangan indah...
menghapus jejak langkah yang selalu tertinggal di hatiku...
menghapus cinta...

dan itu sulit, tidak mampu, dan pada takaran selanjutnya tidak bisa...
bagaimana dengan kamu?
mudahkah dengan semua ini?
apakah kau sudah mengada dengan diri kamu sendiri?

absurd tanpa aku tahu jawabannya...