Tuesday, July 24, 2012

ruang nostalgia

benang itu semakin kusut
aku mencoba menguntainya
tapi tidak mampu
aku mencoba membuka simpulnya yang semakin ruwet
tapi aku tidak mampu menemukan cara mengurainya
aku tidak mendapati pilihan yang terbaik
semua cara yang kupilih tetap sama
benang hanya akan menjadi semakin kusut
tidak bisa digunakan lagi
kecuali dipotong kemudian dibuang
tapi rasanya aku tidak mampu membuangnya
benang kusut yang semakin kusut itu berisikan semua memory
memori tentang aku kamu dia dan kasih
penggalan dan potongan-potongan kisah ada disana
teruntai dengan berbagai macam simpul
kita merangkainya bersama
berharap menjadi rajutan yang indah
rajutan yang dapat kita gunakan
tapi rajutan itu gagal
hanya setengahnya saja terasa indah
selebihnya menjadi benang kusut
seolah jarum yang kita tenunkan tersesat mencari jalan terbaiknya
dan kini aku tak mampu melanjutkan rajutan itu
hanya mampu memandang, melihat dan menikmati
dan rasanya kini sedang sendirian terjebak di ruang nostalgia
bersamamu yang sesaat dan sarat akan makna kasih..
aku merindukanmu benang kusut yang tak mampu kupintal menjadi rajutan
aku merindukanmu benang kusut yang tak mampu kuurai simpulnya
aku merndukanmu.. selalu merindukanmu...