Kemarin siang saya mendapatkan sms begini :
"Beib temenin ke ganjuran yuk? ak lg pengen nangis :'("
lalu as usual smsan,
Me : km kenapa? ada masalah?
Her : banyak beib, aku pengen cerita sama kamu, bisakah?
Me : siapa aja?
Her : sama km aja, plisss :(
Me : nanti coba ku sms muridku ya, dia bisa ganti hari ga, trus pcarmu gimana?
Her : usahain bisa ya, urgent banget, pacarku ga tau. tar km kujemput.
dan alhasil saya bisa menggantikan jadwal murid saya, dan libur tidak mrivat. jam 6 sore dia udah datang ke rumah, lalu tersenyum dan bilang, "ternyata kita udah lama banget ga ketemu ya? kangen aku ga?"
aku hanya tersenyum dan bilang, iya kangen banget, ra ono sek ngrusuhi aku. ha ha. dan apa yg dilakukannya, mencium pipiku. spontan aku menarik diri,dan teriak, stress kamu!!
oke, cerita sedikit tentang ganjuran :
ganjuran merupakan gereja di daerah selatan yogyakarta. perjalanan naik motor kurang lebih 40 sampai 45 menit. pada awal kali saya kesana terus terang saya takjub dengan seni arsiteknya. bangunannya menggabungkan antara arsitek belanda, hindu, dan jawa kuno. cerdas kupikir. disana begitu tenang, begitu sejuk. bangunan arsitek belanda terlihat dari rumah2 belanda yang ada di lingkup gereja. bangunan hindu karena di gereja itu ada semacam candi, di dalamnya ada arca, orang2 masuk dan berdoa di situ, entah apa maksudnya arca itu. ketika kutanyakan ini, dia tidak paham, hanya menjawab simple : " aku disini berdoa untuk Tuhanku, aku tidak paham tentang sejarah, jadi diam dan ikut saja, ga usah banyak tanya." oh yeah pikirku. kembali lagi untuk arsitekturnya, disana ada pendopo untuk gedung pertemuan atau mungkin juga untuk ibadah karena banyak kursi2 ibadah seperti di gereja2.
and i can said, i love this place, i love this peacely, i love this arcitecture, and i love this euforia. rasanya damai, tenang, sejuk, dan sangat nyaman untuk tempat melamun.
check this picture :
kamu liat candinya, di depan candi tempat orang2 berdoa meminta kepada Tuhan yang mereka percayai. disana disediakan kursi dan tikar. dan aku duduk didepan candi itu, mengamati sekeliling, mengamati orang berdoa, mengamatinya dari belakang, mengamati sosoknya. bagaimana jika itu dia, mungkin aku hanya akan tersenyum. rasanya ingin kurengkuh dia, rasanya ini tidak benar, rasanya aku semakin merindukanmu. aku berharap itu kamu. mungkin begitu juga kamu berdoa, berdoa di hadapan Tuhanmu. dan mungkinkah kamu jg berdoa akan pertemuan kita? semoga..
saya hanya melamun, dan merasakan ketenangan ini, ketenangan, sejenak berhenti dari rasa capek. mungkin saya bisa tertidur disana. tapi dia mendekatiku dan tersenyum.
Her : aku udah selesai doa, kita mau kemana lagi?
Me : ini udah jam 8, kita pulang saja, nanti kamu kemalaman.
Her : gpp, bsok aku libur koq, kita duduk sana yuk
dia menarik dan menggandeng, dan kita duduk di pojokan, semacam undak2an kecil, di bawah pohon rindang, entah apa namanya. lengan kami saling menempel, lalu dia mulai berceloteh, cerita panjang lebar ngalor ngidul, dan yang kulihat tidak ada kesedihan dalam ceritanya, lalu aku menyela sebentar,
Me : tunggu, tunggu, kamu bilang td kamu mau nangis, mana? ceritamu gda yang sedih?
Her : (tertawa) emang ga ada, aku cuma pengen maen sama kamu, ngobrol sama kamu, kita kan udah lama ga ketemu?
Me : Ya Tuhaaann, aku sudah meliburkan muridku, dan tidak ada cerita yang penting dan urgent?
Her : (seperti memelukku) ayolah, ini tu penting, kita udah ga boleh maen berdua, dan mungkin udah ada sebulan kita ga pernah ketemu koq.
Me : kita pulang!
sepanjang jalan menuju parkiran dia merajuk supaya aku tidak marah. astaga, aku sebenarnya tidak marah, tidak bisa marah. tapi ini aneh, apa coba yang sedang dia pikirkan. apa coba yg ada di kepalanya. bagaimana jika pacarnya tahu? dan aku merasa kita sedang melakukan perselingkuhan. hell yeah,
di tengah jalan, dia meronta kelaparan, minta makan katanya dia blum makan dari siang, hiss, akhirnya kita makan, ngobrol, dan terpaksa kuhentikan kuajak pulang karena sudah jam 11 malam. dia bilang, kenapa waktunya cepat sekali, kapan2 maen lagi ya?
aku cuma diam, diam, dan tidak menjawab. mengapa rasanya ini aneh,, mengapa rasanya absurd. tidak bisakah aku didekatkan dengan orang yang tidak akan menimbulkan masalah? entahlah.. pulang di rumah, dan memikirkanmu, smsku tidak km balas lagi, kupikir kamu akan membalasnya seperti kemarin. apakah aku tidak boleh tahu apa2 tentang si kecil? begitukah? begitukah? klo iya, jujur aku kecewa, dan ini teramat menyedihkan...
hai malaikatku? apa kabarmu? masih ingatkah aku? masih ingatkah?
Ya Tuhaaaann...

