Wednesday, August 15, 2012

di tempat biasa kita bertemu, ada yang tertinggal
dari setiap sesap minuman hangat, seperti ampas
kopi yang pahit dan pekat, seperti bayangan luka
yang begitu dekat

di tempat biasa kita bertemu, samar suaramu
masih terdengar, seperti ingatan yang perlahan
pudar, seperti kenangan yang menyembunyikan
memar

di tempat biasa kita bertemu, ada yang tersisa
dari setiap sayup suara, ada yang terlupa untuk
dibawa, ada yang luput dari perhatian kita

di tempat biasa kita bertemu, ada yang belum
terangkum dalam kalimatku, samar suaraku
tak sampai lagi kepadamu