masih ingatkah tentang cerita singkat tentang seseorang yang memanggilku dengan mesra. seseorang yang sudah punya kekasih di ujung sana.
hubungan kita semakin dekat, tanpa aku tahu darimana memulainya, dan tanpa aku sadari darimana awal mulanya. yang jelas semuanya berjalan begitu saja, mengalir begitu saja, seperti aliran air sungai yang dia tidak sadar hendak kemana pembuangan akhirnya.
dan pada akhirnya ada satu kondisi yang membuat dia harus membatasi diri atas kedekatan kita. kekasihnya tidak menyukai kedekatan kita. kekasihnya bisa dibilang cemburu dengan kedekatan kita.
perempuan cantik yang bernama sisil ini sebenarnya hanya merasa nyaman dengan keberadaanku di sela-sela menghilangnya kekasihnya yang bisa dibilang brengsek. sama denganmu bukan? sama dengan kisah kita diwaktu lampau? aku datang dengan kondisi yang salah.
singkat cerita, sang kekasih menemukan pandangan berbeda. dia berargumen bahwa tatapan mata kami bukan lagi tatapan biasa. tapi tatapan mata yang m membuat orang lain iri melihatnya. aku sendiri tidak paham bagaimana tatapan itu? yang kurasakan adalah hal yang biasa. aku memandangnya sama dengan yang lain, tidak pernah berpikir atau mempunyai perasaan yang seperti apa. tapi entah darimana datangnya pandangan seperti itu dari sang kekasih ini? aku tidak tahu..
kebiasaan kami harus mulai terbatas, dan pada puncaknya adalah memutuskan untuk membatasi diri denganku. memutuskan untuk tidak berhubungan lagi denganku. ah, hal semacam ini mengingatkanku kembali kepadamu. mengingatkan memori yang pernah terjadi di depan rektorat kampusku. kita berusaha saling melepaskan karena kita tidak boleh berhubungan satu dan yang lain. kejadianku yang sekarang semakin membuka luka lama yang pernah ada. dan kenyataannya, aku kembali berada di posisi ini tapi dengan perasaan yang berbeda. dahulu, aku teramat berat melepasmu, tapi sekarang, yang kurasakan adalah aneh. kenpa kita tidak boleh berhubungan karena pada kenyataan aku tidak memiliki perasaan apapun. sedangkan waktu dulu, aku tidak ingin melepaskanmu karena aku punya perasaan denganmu, aku tidak ingin tidak bisa melihatmu...
rasanya aku paham betul bagaimana perasaan yang sedang dialami oleh si perempuan ini sekarang. dilarang berhubungan dengan orang yang membuatnya nyaman itu sangat menganjing. aku pernah merasakan itu. rasanya sakit. rasanya menyebalkan.
memoar luka itu kembali terbuka, aku mengingatnya kembali. dan berpikir, selalu ada hal yang akan mengingatkanmu, tidak saja bagian suka, tapi bagian terperih pun aku diingatkan. rasanya seperti tertampar sembilu di hati ini mengingat rasa ini. rasa sakit yang berusaha kuhilangkan..
apa yang harus aku lakukan? melepaskannya tapi berharap kita tetap bisa seperti biasa? atau melepaskanny secara bebas?
sayangnya dia bukan kamu, aku tidak berperasaan terhadapnya.. aku hanya melepaskannya, membiasakan sebuah habitually atau kebiasaan tanpa dia. sedangkan kamu, aku melepaskanmu dan masih berharap kita bisa merangkai cerita kembali..
yah, aku hanya akan dengan mudah membuang dia dari salah satu kamar di hatiku.. dan nanti hanya akan diisi kembali dengan orang-orang biasa, tanpa bisa masuk di kamar spesial yang ada di hatiku. kamar paling mewah dalam tatanan rumah hatiku. kubiarkan kuncinya berkarat dan aku tak mau membuang karat itu dengan asam klorida, akan teramat perih sayang, tahukah kamu?? dan kamar spesial itu adalah kamu.. kamu yang membawa kunci cadangannya untuk kamu buka kembali...
Saturday, August 25, 2012
cerita singkat
Posted by d'rainbow at 11:43 AM
