Saturday, March 10, 2012

betapa mewahnya kepedihan rindu yang pecah di dada pengemis ini. smntara tiap orang mudah melihat kekasih.dia justru hanya slalu bertemu jemari kakinya sendiri


terkadang juga hujan tak pernah berarti apapun selain tanda pergantian musim masih berjalan sepanjang tahun, meski kukira ada rindu kau titipkan padaku pada tiap biji basahnya untuk kudaki menuju tumpahnya...


adakah kau bahagia disana?
adakah kau juga merasakan rindu yang sama denganku?