saya mengenang masa lalu dan mencoba berjumpa untuk masa depan. untuk sebuah kepastian hati saya. orang bilang saya harus move on. bayangan untuk move on adalah bergerak maju, dan berpindah hati untuk orang lain. tunggu, berpindah hati untuk orang lain. itu hal yang sangat mengganjal di hati. entah bagaimana awalnya, tapi ini bukan hal yang mudah untuk saya. bagaimana mungkin saya berpindah hati sdangkan dari dulu yang saya agungkan adalah sebuah kesetiaan. bagi saya kesetiaan seperti memuja Tuhan dalam diri saya. hanya saja takarannya lebih rendah. saya hanya mempercayai keberadaan akan Tuhan saya, semua yang terjadi hanya karena Dia. begitu pula dengan kesetiaan di hati ini untuk orang yang kupuja atas cintanya. yang mungkin kini cintanya tengah memudar atau bahkan berkurang dan sekejap saja terbang jauh sama seperti debu yang lenyap ditiup angin. berbaur menjadi polusi di udara dan itu hal yang tidak penting.
tapi saya masih dengan sesuatu yang sama, jujur, saya masih teramat mencintaimu. ketika saya berpasrah untuk mencoba menyukai orang lain itu membuat saya tersiksa dengan semua yang menggerogoti hati dan pikiran ini.
saya teramat takut untuk mencintai orang lain lagi karena saya teramat takut untuk sakit hati. saya takut untuk gagal. saya takut untuk menjadi bagian yang tidak bisa dipilih dan diperjuangkan untuk pada akhirnya. saya hanya takut untuk ditinggalkan. traumakah saya atas apa yang terjadi kemarin? iya saya teramat trauma. saya takut rasa cemburu saya membunuh saya perlahan lagi, sama ketika aku mencemburuimu setengah mati. bahkan sekarang pun saya sedang cemburu ketika ada masa dimana aku ingin melihat malaikat kecil menginjakkan di usianya yang bertambah...
saya sungguh ingin bisa melihatnya, sekejap saja, memandang matanya, melihatnya tertawa. dan saya pun tak berharap banyak karena dia mungkin sudah melupakan keberadaanku, tergilas oleh kegitan yang kamu dan dia lakukan untuknya. saya hanya akan menjadi serpihan masa lalu yang tidak bisa mengendap di otak cerdasnya. saya hanya akan menjadi hal yang tidak penting lagi. hanya menjadi serpihan debu diantara sampah yang harus dibuang.
sampai kapan saya akan membangun hidup seperti ini. sampai kapan saya membuang waktu untuk hati yang tidak pernah merasa benar. sampai kapan saya akan menjadi sampah dalam kehidupan saya sendiri..
Saturday, March 10, 2012
Posted by d'rainbow at 10:42 AM
